[Review]: Sophie Paris Ultrasonic Face Cleanser & Pore Minimizer

, , 5 comments
5.2 out of 10
It's okay

Review Sophie Paris Ultrasonic Face Cleanser & Pore Minimizer 
Jika Anda merasa cleansing device sejenis Clarisonic sangat tidak masuk akal secara harga, maka mungkin Anda juga sedang memikirkan alternatif lain untuk mendapatkan hasil pembersihan wajah yang lebih maksimal. Salah satunya yang menjadi alternatif adalah cleansing device non-rotating namun tetap efektif membersihkan kulit. Pobling mungkin yang paling Anda kenal, namun kali ini saya ingin mengenalkan versi lainnya yaitu dari Sophie Paris, Ultrasonic Face Cleanser & Pore Minimizer. 

Sudah lama saya memilikinya, sekitar 6 bulanan. Sulit buat saya membuat reviewnya karena tidak ada impresi khusus dengan produk ini. Untuk itulah saya memberikan rating 5.2 sebagai penanda bahwa produk ini biasa saja.

Klaim Sophie Paris Ultrasonic Face Cleanser & Pore Minimizer 
Klaimnya adalah mampu membersihkan kulit jauh lebih dalam dibandingkan hanya dengan tangan. Lama kelamaan jika produk ini digunakan secara rutin akan membantu Anda dalam mengecilkan pori wajah. 
Jika selama ini Anda merasa berjerawat terus namun tidak memperhatikan cara pembersihan dengan seksama, apalagi tidak melakukan double cleansing, maka berhentilah menyalahkan faktor makanan atau hormon atau apapun itu. Cara pembersihan wajahnya saja belum sesuai, tidak heran jerawat banyak bermunculan. Percayalah, kombinasi face wash dan jari saja tidak cukup mengangkat semua makeup dan kotoran di wajah Anda.

Saya mendapatkan Sophie Paris Ultrasonic Face Cleanser & Pore Minimizer  ini seharga Rp370.000 dengan mendatangi langsung (kantornya?) yang berlokasi di Plaza Semanggi. Awalnya lihat-lihat saja dan lebih tertarik dengan face brushnya. Namun godaan memiliki cleansing device electric sangat besar. Saya ingin benar-benar membuktikan sedrastis apakah perubahan kulit saya setelah menggunakannya.

Sophie Paris Ultrasonic Face Cleanser & Pore Minimizer  dengan holder
Layaknya Pobling, Sophie Paris Ultrasonic Face Cleanser & Pore Minimizer terbuat dari material plastik, dengan kepala brush melengkung sehingga mudah menjangkau sudut hidung, Produk ini berwarna putih sehingga lumayan cepat kotor ketika sering digunakan. Anda akan mendapat holder untuk menyangga produk tetap berdiri ditempatnya, meskipun tidak tepat presisi namun sangat membantu karena posisi berdiri membuat air disela-sela brush lebih mudah keluar dibandingkan ditaruh dengan brush menengadah ke atas.. 

Bagian Sophie Paris Ultrasonic Face Cleanser & Pore Minimizer 
Sophie Paris Ultrasonic Face Cleanser & Pore Minimizer  dengan tombol on/off
Produk ini tidak memiliki pengaturan kecepatan getar, hanya ada tombol On dan Off ditengah body. Untuk menyalakannya Anda memerlukan satu baterai AAA yang tidak include dalam paket. 
Harus saya akui kualitas materialnya lumayan bagus. Apalagi brushnya. Sangat padat, sangat lembut. Sophie Paris Ultrasonic Face Cleanser & Pore Minimizer  menggunakan microfine brush sehingga nyaman untuk kulit, bahkan untuk penggunaan setiap hari sekalipun. Sulit menemukan celah hingga ke dasar brush saking padatnya susunan bristle. Meskipun demikian, hal ini memicu kekurangan yang akan Anda lihat selanjutnya.

Sophie Paris Ultrasonic Face Cleanser & Pore Minimizer dengan microfine brush 
Saya tidak pernah menguji dengan menggunakan produk ini dibawah shower, namun produsennya menyebut produk ini waterproof. Entahlah,, percaya saja.

Cara penggunaan Sophie Paris Ultrasonic Face Cleanser & Pore Minimizer 
Cara penggunaannya sangat simple. Basahi wajah terlebih dahulu, juga dengan Sophie Paris Ultrasonic Face Cleanser & Pore Minimizer . Tuang sedikit face wash keatas brush dan mulai buat gerakan melingkar di wajah. Untuk satu kali sesi saya bisa menghabiskan waktu 5 menit hingga benar-benar terasa bersih. Berdasarkan kemasannya produknnya, cleansing device ini bisa menghasilkan getaran hingga 10.000 kali/menit. Yup bergetar, bukan berputar seperti Clarisonic. 

Kita cek apakah kita tidak sia-sia membeli produk ini dibandingkan hanya menggunakan jari saja. Saya aplikasikan concealer ke telapak tangan dan lihat hasil pembersihan antara cleansing device dan manual.

Test penggunaan Sophie Paris Ultrasonic Face Cleanser & Pore Minimizer 
Bisa Anda lihat pembersihan manual masih menyisakan produk disela-sela kulit. Padahal saya sudah mencuci tangan hingga 3 kali dengan sabun yang banyak. Sedangkan gambar ketiga menunjukkan hasil pembersihan dengan Sophie Paris Ultrasonic Face Cleanser & Pore Minimizer . Saya hanya mendekatnya ke kulit beberapa saat dan concealer langsung terangkat semua. Masih merasa pembersihan dengan jari saja sudah cukup? Heh.

Meskipun demikian, saya tidak merasa adanya perubahan yang sangat drastis pada kulit saya setelah penggunaan Sophie Paris Ultrasonic Face Cleanser & Pore Minimizer  secara rutin. Hasil pembersihannya efektif, ya benar. Tapi saya juga mengharapkan perubahan tekstur kulit yang lebih dramatis seperti testimoni pengguna cleansing device lainnya. 
Komedo saya juga tidak semakin berkurang setelah adanya produk ini. Tidak bahkan untuk mengurangi produksi minyak. 

Sophie Paris Ultrasonic Face Cleanser & Pore Minimizer  menyisakan noda
Namun yang paling membuat saya tidak nyaman adalah, saking padatnya susunan brush. Sisa air dan sabun terperangkap di dasar brush, yang juga tidak menutup kemungkinan sisa debu serta makeup. Sekitar 3 minggu setelah pemakaian saya mulai melihat noda hitam dibagian bawah brush, pertanda kondisi di dalamnya sangat lembab. Susah sekali membuatnya benar-benar kering. Sempat menggunakan hair dryer dalam suhu rendah namun lama kelamaan saya menyerah dan membiarkannya saja.
Jika begini kondisinya justru terasa tidak higienis dan saya malah takut menimbulkan jerawat baru. Tidak ada pilihan lain selain rajin mengganti brush head.

Saya tidak berencana membelinya kembali. Jika Anda pada kondisi yang sama, dalam artian menimbang-nimbang membeli cleansing device, maka menambunglah sedikit lagi dan beli salah satu dari alternatif cleasing device dibawah satu juta yang pernah saya daftar [disini].

Disclaimer:
Review merupakan pengalaman pribadi penulis dalam menggunakan produk. Hasil dapat berbeda-beda pada tiap orang.

5 comments:

  1. Aku pikir tadinya ini pobling, mirip banget hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, mirip. makanya seneng banget pas nemu pertama

      Delete
  2. Brush headnya ada spare-nya mbak?

    Aku juga pengen nyobain ini maju mundur syantiiiek XD Harganya itu yang bikin ragu, kalau sekedar bergetar sih, aku stay dengan sikat Sophie yang manual aja hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pilihan bijak. Langsung naik ke yg rotating aja

      Delete
  3. makasih banyak reviewnyaaa, sempet mau beli tapi setelah membaca review kamu ajdi mundur teratur :D


    diaryseorangyosinta.blogspot.com

    ReplyDelete