Apps I Can't Live Without

, , 2 comments
Banyak aplikasi baru bermunculan dan memiliki keunikan dan fungsi tersendiri. Namun demikian, ada beberapa aplikasi yang harus selalu terinstall di handphone saya. Aplikasi ini selalu saya akses dan tidak pernah membuat saya bosan. 

Wunderlist


Apalah diri ini tanpa productivity apps yang mengingatkan kita tugas apa saja yang harus dikerjakan. Pagi-pagi saya datang ke kantor dan aplikasi ini yang pertama kali saya buka untuk mulai mengatur tugas serta meeting apa saja yang harus saya jalani pada hari itu. Yang menyenangkan aplikasi ini juga bisa diakses via desktop/web sehingga saya selalu bisa mensinkronkan jadwal yang sudah saya masukkan. Saya dimudahkan dengan interface yang simple dan membuat berbagai list tanpa batas dan menandai prioritas tugas. 

Google Drive



Produk bawaan Google biasanya sangat basic namun justru luar biasa berguna. Daripada membuat file secara offline dan membawa flashdisk kemana-mana ketika ingin dishare atau pindah device, saya lebih senang membuat file Word, Excel, dan Power Point secara online dan disimpan di Google Drive ini. Once saya ingin share file tersebut ke rekan kerja, maka tinggal memasukkan akun Gmail mereka dan kita bisa saling merevisi file tersebut. 

Snapseed


Saya buka tipe orang yang ketika berfoto langsung diupload di media social. Saya cukup yakin mengatakan bahwa saya tidak bisa mengupload foto tanpa editing terlebih dahulu. Salah satu apps yang paling mudah adalah Snapseed. Kontrol brightness, exposure, dan saturation semudah menggeser jari. Selain itu apps ini juga menyediakan berbagai jenis filters yang bisa langsung Anda gunakan. 

Instagram


Image credit: digitaltrends.com
Selain editing maka tidak lengkap jika belum dishare. Ketika orang Indonesia mulai gemar dengan Path*), saya justru mulai meninggalkannya dan lebih senang berlama-lama di Instagram. Saya tidak mengupload foto setiap hari tapi sangat senang menemukan banyak foto inspiratif dengan keywords tertentu. Sssttt... keyword favorit saya #makeuptutorial #frenchstyle #beautyblogger.

Soundcloud



Hidup saya tidak berwarna tanpa musik. Musik membantu saya mengatur mood kapanpun itu. Bangun pagi dan hal yang pertama yang saya ingat adalah mengambil handphone dan earphone. Ke gym apalagi. Bagaimana kita bisa betah lari berlama-lama tanpa themesong yang membakar semangat. Saat di depan komputer maka earphone selalu standby, begitu pula sebelum tidur. Soundcloud dalam hal ini membantu mengexplore lagu-lagu baru yang tidak bisa ditemukan dengan mudah di Youtube. Selain itu kita juga bisa share lagu kesukaan kita dengan followers dan menyimpannya untuk didengarkan berkali-kali. 

Wattpad



Terakhir adalah Wattpad yang mengijinkan saya membaca berbagai buku secara online (dan gratis) dari berbagai sumber dan jenis. Akan lebih menyenangkan jika Anda membaca dari tablet (sayangnya saya bukan pengguna gadget ini) sehingga membaca buku jadi lebih nyaman. User interface nya saja yang perlu ditingkatkan sehingga berbagai perpidahan user bisa lebih smooth dan kita bisa betah berlama-lama membaca.



*) Sebenarnya saya ingin membuat artikel khusus tentang hal ini tapi saya tidak ingin terdengar telalu ofensif. Memang sudah lama saya tidak mengakses Path dalam jangka waktu lebih dari 2 menit. Dulu menggunakan apps ini terasa menyenangkan sampai saya sadar tidak banyak nilai tambah yang saya dapatkan. 

Keep scrolling, keep judging. Padahal itu adalah lingkaran pertemanan kita namun tidak bisa kita kontrol untuk selalu menilai kehidupan orang. Si A sedang makan disini, oh Si B posting ini but look at her shoes, it's not match with her outfit, bla bla bla....Saya tidak bisa menerima bahwa apps ini mendorong orang menjadi terlalu narsistik dengan kehidupannya. 

I'm completely ok with this apps if in a good mood. Bayangkan ketika perasaan saya semacam roller coster. Melihat teman-teman kita sedang berbahagia (kita cenderung hanya memposting sisi menyenangkan dari kehidupan kita) dan saya mulai menghakimi diri sendiri yang hanya duduk berdiam diri sambil menatap layar handphone. Oh stop this, close this app Intan!

Bukan berarti aplikasi ini tidak mendatangkan hal positif. Saya bisa tahu tempat yang sedang trending dengan check in yang dilakukan teman-teman saya. Gosip baru? Yes, definitely. Tapi itu tidak cukup menanggulangi hal negatif yang saya lakukan dan saya rasakan. Saat ini Path hanya saya gunakan untuk share lagu baru yang saya dengarkan, setelah itu saya langsung menutup aplikasi ini untuk menghindari 'nyinyir' berlebih hehehe. 

2 comments:

  1. haduuhh pribadi yang tertata rapih ya. hebat.
    saya aja jarang buat to do list. susah nerapinnya.
    alhasil lupa dengan segala hal yg hrs dilakukan

    ReplyDelete