[Review]: NYX Born to Glow Liquid Illuminator 01 Sunbeam

, , No Comments
6 out of 10
It's okay

Saya menyebutnya, 'highlighter paling mudah ditemui di pasaran'. Belum pernah memiliki pengalaman menggunakan highlighter sebelumnya karena saya merasa itu produk yang sia-sia. Namun setelah saya merasa contouring terlalu 'menor' untuk ke kantor setiap hari, saatnya memilih tehnik riasan yang lebih simple namun tidak flat di wajah. Tinggal tambahkan highlighter di beberapa titik, dan semenit kemudian Anda sudah merasa puas.

Review NYX Born to Glow Liquid Illuminator 01 Sunbeam
Saya terobsesi dengan namanya "Born to Glow" (Gaga mode on: "I'm beautiful in my way. 'Cause God makes no mistakes. I'm on the right track, baby I was born this way). Ok cukup! NYX Born to Glow Liquid Illuminator 01 Sunbeam saya dapatkan dengan harga sekitar Rp105.000 dengan berat 18ml. Lama penggunaan tergantung seberapa sering Anda menggunakannya. Saya sendiri cukup jarang menggunakan produk ini (baca terus kenapa saya berpikir begitu) dan lebih senang menyapukan eyeshadow berwarna putih untuk menggantikan fungsi highlighter ini. Lebih praktis dan lebih hemat (dan ini membuat koleksi eyeshadow saya jadi lebih berguna).

Selain Sunbeam, NYX Born to Glow juga hadir dalam variasi Gleam yang berwarna lebih gold dan saya pikir lebih cocok untuk party. Sedangkan Sunbeam akan lebih cocok untuk outdoor dan mendengar namanya saja saya sudah merasa ada di pulau tropis (Indonesia juga tropis kan).

Tapi saya punya dua masalah dengan produk ini. Pertama, persoalan tekstur. Saya rasa liquid highlighter ini terlalu thick sehingga susah dibaurkan pada wajah. Pada awalnya saya menggunakan produk ini tepat setelah mengaplikasikan foundation, dengan cara meninggalkannya di punggung tangan lalu sedikit demi sedikit diambil dengan jari. Saya pikir penggunaannya mirip cara kita memakai cream wajah (buat titik-titik lalu dibaurkan), Namun hasil akhirnya malah muncul lingkaran-lingkaran ber-glitter di wajah. Berpikir ini cara yang salah dan akhirnya saya gunakan dengan ditepuk-tepuk ringan. Hasilnya? Sama saja malah. Ujung-ujung saya sekarang lebih nyaman menggunakan buffing brush saja. Setelah brush tersebut digunakan untuk setting foundation, langsung dipakai menyapukan NYX Born to Glow Liquid Illuminator 01 Sunbeam di tulang hidung, tulang pipi, cupid bow, dahi, dan dagu. Lebih rapi dan natural daripada hanya dengan jari.

NYX Born to Glow Liquid Illuminator 01 Sunbeam hadir dalam tube.
Ingredients dalam NYX Born to Glow Liquid Illuminator 01 Sunbeam
Selain itu highlighter ini juga sukses membuat saya berkomentar "ouch too much glitter". I want to have an angelic vibe on my face, but not like a disco ball. Terlalu banyak kilau di dalamnya. Sebenarnya tidak masalah seandainya saja saya mengambil shade yang masuk ke warna kulit saya. Sayangnya saya salah dan ini adalah masalah kedua. 

Tekstur NYX Born to Glow Liquid Illuminator 01 Sunbeam
Yes, terlalu putih. Jadi antara warna kulit dan kilau yang dihasilkan seperti ada pada dunia yang berbeda. Saya pernah share kecocokan warna kulit dengan highlighter yang harus dimiliki pada artikel SAY BYE BYE TO  CONTOURING, HELLO STROBING. NYX Born to Glow Liquid Illuminator 01 Sunbeam seharusnya lebih cocok untuk warna kulit light-medium. Sedangkan kebanyakan orang Indonesia akan lebih sesuai dengan golden tones

Hasil penggunaan NYX Born to Glow Liquid Illuminator 01 Sunbeam
Saya tidak menyebut produk ini buruk, but it's just okay. Masih bisa digunakan dalam aktifitas sehari-hari namun tentu bukan yang terbaik. Jika digunakan pagi, efeknya mulai menghilang mulai jam 11. Siang hari pasti saya re-touch. Saat ini penggunaanya lebih sering saya campur langsung dengan foundation sehingga hasil di  wajah lebih segar dan berkilau.

Bagi Anda yang ingin membelinya, silahkan dicatat kesimpulan ini. 
1. Gunakan tepat setelah foundation.
2. Hasilnya lebih flawless jika dibantu brush.
3. Perfect untuk pemilik kulit terang.

Disclaimer:
Review merupakan pengalaman pribadi penulis dalam menggunakan produk. Hasil dapat berbeda-beda pada tiap orang.    

0 komentar:

Post a Comment