[Review]: Lulur Scrub Lokal untuk Alternatif Oleh-oleh dari Jogja

, , No Comments
3 out of 10
I don't like it

Kalau Anda pergi ke Jogja, coba deh oleh-olehnya divariasikan. Jangan cuma bakpia saja. Jika Anda memiliki teman/keluarga perempuan yang perlu dibawakan buah tangan, Anda bisa membeli lulur scrub tradisional dari Jogja. Beberapa waktu lalu saya sempat titip rekan yang sedang bertugas ke kota pelajar tersebut untuk membeli lulur tradisional. Saya tahu di tempat bernama Mirota Batik (ini sih legend banget) menjual berbagai produk tradisional yang cukup membuat penasaran untuk mencoba. Rekan saya akhirnya membawakan 8 lulur dengan 4 varian berbeda. 

Review Lulur Scrub Lokal Jogjakarta (bengkoang, coklat, kopi, dan susu).
Lulur scrub yang saya terima ini produksinya oleh Pusaka Ayu. Varian yang dibelikan adalah susu, bengkoang, kopi, dan coklat. Kemasannya sangat sederhana, hanya menggunakan plastik 2 lapis dan diberi label kertas biasa. Jadi Anda harus menyediakan wadah khusus untuk menyimpan produk yang sudah dibuka karena tidak akan habis satu kali pakai. Satu lulur dihargai Rp12.000 (murah kan) dan bisa hingga 4x pakai.

Dalam labelnya tertera manfaat yang berbeda-beda pada tiap varian.

Lulur Scrub Susu untuk memutihkan dan melembabkan kulit.

Lulur Scrub Susu
Lulur Scrub Bengkoang untuk menjadikan kulit segar dan bercahaya. 

Lulur Scrub Bengkoang
Lulur Scrub Kopi untuk melancarkan metabolisme kulit dan merilekskan tubuh yang lelah.

Lulur Scrub Kopi
Lulur Scrub Coklat untuk merilekskan tubuh yang lelah dan melembabkan kulit.

Lulur Scrub Coklat

Meskipun ada embel-embel susu, bengkoang, kopi, dan coklat, namun jangan harap Anda mencium aroma yang kuat. Yang ada Anda mendapatkan aroma beras bubuk dan ternyata benar disebutkan pada kemasan bahwa lulur ini mengandung biji beras. Kurang cocok jika Anda ingin menggunakan lulur tradisional ini sebagai bagian dari homespa rutin Anda. Tidak ada seri favorit saya karena aroma maupun khasiat jangka pendeknya tidak berbeda.

Saat menggunakan lulur ini, sempat trial and error juga sampai benar-benar menemukan cara luluran yang paling tepat. 

Pertama saya mencampur lulur dan air saja sampai mengental seperti bubur lalu langsung diaplikasikan ke seluruh badan. Saya tunggu hingga 10 menit dan mulai menggosok lulurnya. Namun ternyata lulur ini terlalu cepat kering sehingga pengangkatan sel kulit mati kurang maksimal. Ketika digosok sedikit lulur sudah beterbangan karena sudah seperti bubuk halus.

Percobaan kedua saya saya tetap menggunakan air saja, tapi kali ini saya tidak menunggu hingga 10 menit. Saya aplikasikan lulur bagian per bagian. Jadi misalnya saya pertama kali aplikasikan lulur ditangan kiri, lalu sekitar 30 detik saya sudah mulai menggosok tangan kiri hingga kulit terasa lebih bersih. Cara ini lebih efektif namun tetap saja tektur bahan yang kurang rich-feeling dan dry membuat saya tidak terkesan. 

Percobaan terakhir dan saya praktikkan hingga sekarang adalah menggunakan tehnik nomor dua namun campurannya saya tambahkan dengan olive oil. Selain kulit yang bersih, Anda juga bisa mendapatkan kulit yang lebih lembab.

Campuran Lulur Scrub dengan olive oil atau bahan lainnya.

Overall lulur ini sebenarnya tidak istimewa. Namun saya menyebutkan sebagai raw scrub, dalam artian menjadi bahan mentah saja yang perlu dan harus dikombinasikan dengan bahan lain. Selain olive oil, Anda juga bisa menggunakan bahan campuran lain seperti coconut oil, kopi bubuk, madu, dan bahan alami lainnya. 

Disclaimer:
Review merupakan pengalam pribadi penulis dalam menggunakan produk. Hasil dapat berbeda-beda pada tiap orang.

0 komentar:

Post a Comment