[Review]: Sugarpot Wax Coklat

, , No Comments
6 out of 10
It's okay

Apakah Anda termasuk wanita yang rutin melakukan waxing? Atau Anda justru salah satu orang yang tidak terlalu peduli pada tumbuhnya rambut dibadan? Apapun itu, saya ingin memperkenalkan metode waxing dirumah yang hemat dan sangat mudah. Anda bisa melakukannya sendiri tanpa perlu repot. Dalam hal ini saya akan me-review penggunaan Sugarpot Wax. Sebenarnya banyak produk lokal yang menawarkan kemudahan waxing dirumah dengan bahan yang alami. Anda bisa menyesuaiakan dengan produk yang Anda suka.

Review Sugarpot Wax Coklat
Sugarpot Wax saya dapatkan ketika ada bazaar di Grand Indonesia. Saat itu salah satu tenant menjual Sugarpot dengan harga sekitar Rp80.000. Tapi jika Anda tidak mau report dan sulit menemukan produk ini secara offline, bisa coba beli Sugarpot dan perlengkapannya disini. Saya lalu memilih varian coklat. Satu paket terdiri dari Wax, spatula, 12 lembar kain wax, dan panduan.

Paket Sugarpot Wax Coklat terdiri dari wax, spatula, kain, dan panduan.
Meskipun varian coklat, namun saat digunakan tentu saja yang dominan adalah aroma gula yang manis. Tapi tenang saja, meskipun produk saya simpan dikamar tidak membuat semut masuk dan mengotori ruangan. Dengan berat 250gr dan untuk pengaplikasian tangan dan kaki bisa saya gunakan sebanyak 4 kali.

Isi di dalam Sugarpot Wax Coklat.
Tekstur Sugarpot Wax Coklat.
Pada hari yang sama saya langsung mencoba untuk waxing di tangan dan kaki. Awalnya memang agak takut-takut waxing sendiri, jangan-jangan hasilnya malah jadi aneh. Tapi langsung saja aplikasikan wax di kulit tangan dulu menggunakan spatula. Wax tidak saya panaskan dengan alasan kepraktisan.

Sugarpot Wax Coklat 250 gr terbuat dari bahan alami.
Bagian per bagian dioleskan dengan wax searah pertumbuhan rambut lalu ditutup dengan kain. Tunggu sekitar 3 menit lalu tarik berlawanan arah. Waxing sendiri memang tricky jika tidak terbiasa. Terkadang pada bagian tertentu saya mengoleskan terlalu banyak produk sehingga dalam beberapa menit tidak cukup melekat pada rambut jadi ketika kain ditarik, rambut yang tercabut tidak merata. Kadang juga terlalu sedikit mengoleskannya dan kain tidak mau melekat. Hal yang juga saya tidak suka adalah 12 lembar kain bagi saya tidak cukup untuk waxing tangan dan kaki dalam sekali waktu. Akibatknya saya terpaksa menggunakan setiap helai 2 kali. Ini membuat hasil waxing menjadi tidak maksimal. Saran saya siapkan beberapa kain lagi apalagi jika ingin waxing untuk area yang lebih luas.

Setelah 30 menit sibuk sendiri selesai juga waxing perdana dirumah. Apa yang saya dapatkan setelah itu, memang hasil amatiran dan profesional sungguh berbeda. Kombinasi antara aplikasi produk yang tidak telaten dan keterbatasan kain membuat rambut yang berhasil dibersihkan menjadi tidak merata. Keesokan harinya saya harus mengulangi proses waxing kembali.

Kain yang Anda dapatkan juga bisa dibersihkan untuk dipakai lagi. Setelah digunakan, kain saya rendam dengan air hangat selama 30 menit. Setelah itu saya bersihkan lagi menggunakan sabun bayi dan kemudian dikeringkan untuk disimpan kembali.

Rambut terlihat mulai tumbuh setelah 2 minggu kemudian, namun baru seminggu setelahnya saya kembali melakukan waxing. Karena disimpan pada suhu ruangan, ketika kemasan Sugarpot saya buka kembali, bagian atas wax sudah agak menggumpal. Kesalahan yang saya lakukan adalah saya bersikeras tidak memanaskannya lagi. Ketika digunakan untuk waxing, hampir tidak ada rambut yang terlihat tercabut.

Jadi untuk proses waxing di rumah saya masih perlu banyak belajar dan juga membandingkan beberapa produk untuk menguji kemampuannya. Selain itu, meskipun dilabeli praktis tetap saya Sugarpot ini akan lebih baik jika melalui proses pemanasan terlebih dahulu. Jadi mau tetap waxing sendiri atau serahkan semuanya pada yang profesional?

Disclaimer:
Review merupakan pengalam pribadi penulis dalam menggunakan produk. Hasil dapat berbeda-beda pada tiap orang. 

0 komentar:

Post a Comment